Friday, September 30, 2011

MEMUTUS RANTAI MAKANAN


(Suer, ini bukan pelajaran biologi koq,...tapi ilmu tolologi,.....hehehe...)

Waktu gue coba rewind memori gue ke masa SMP dulu, konyolnya, gue malah keinget sama pelajaran biologi, khususnya rantai makanan.


Menurut ahli, rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.  Para ahli membagi tiga macam rantai pokok, di mana salah satunya adalah Rantai pemangsa, dimana Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3 (gila,...masa kita dikategorikan hewan)

Aduh ribet ya,..ok,..gue pendekin aja.  pokoknya, rantai makanan itu kurang lebih (kalo kurang, ya lebihin sendiri...) kisah tentang  nyamuk dimakan kodok, kodok di makan ular, ular di makan elang,...hingga akhirnya kita, manusia-lah yang menempati urutan teratas hirarki proses makan memakan (mungkin kalo ada raksasa pemakan manusia, kita di rangking kedua....)

Friday, September 23, 2011

CARA BIKIN IKAN ASIN ASAP RASA PEDAS


Mungkin udah bejibun kali  ya alur proses pembuatan ikan asin. Tapi yang pake unsur asap dan pedas, gue juga ngga yakin sich kalo kreasi gue ini yang pertama.  Tapi setidaknya gue ngga nyontek, alias gue praktekin sendiri.  Begini caranya:

Tuesday, September 20, 2011

SIALAN, GUE FEMININ JUGA......


Suer gue pernah senyum geli sendirian waktu nginget salah satu temen yang ‘look’ janggo, macho and very maskulin, nangis lantaran ‘sesuatu’ yang nelangsa, plus memiriskan hatinya.  Bukan apa-apa sih, soalnya doski mbuka ceritanya dengan nada ceria, eh pas masuk segmen yang sentimentil, pelan tapi pasti intonasinya berubah.  Ujung-ujungnya dia malah nangis. Alamak....masa gue harus nangis juga. Ogah.

Bicara air mata, kan sebagian besar pria ditakdirin eksis sebagai sosok yang setegar karang dan seperkasa elang.  Bukannya sedikit-sedikit nangis, sedikit-sedikit sentimentil. Sentimentil koq cuma sedikit,...hehehe...
Gimana mau jadi pelindung kaum hawa kalo laki-lakinya gampang dihanyutkan sama suasana sentimentil yang dengan gampangnya netesin air mata..?

Tapi sebuah penelitian yang pernah di lakukan sebuah universitas terkenal Amerika di tahun 90’an mengemukakan fakta yang lain.  Dari hasil wawancara eksklusif terhadap sekitar 800’an laki-laki ‘tulen’ yang dilakukan secara terpisah, didapati bahwa hampir 85% pria yang tidak malu untuk meneteskan air matanya saat sedih,  cenderungan lebih gentle dan bertanggung jawab.  Dalam kehidupan keseharian-pun, mereka memiliki kualitas kejiwaan yang relatif lebih stabil ketimbang yang ‘mengeraskan’ hatinya untuk menangis.  Bahkan lebih konyol lagi, justru mereka-lah yang berpeluang lebih besar menjadi pemimpin yang berhasil. Edan.

Secara personal, gue abstain dengan hasil penelitian tersebut.  Bukan lantaran gue bukan pemimpin yang berhasil, -setidaknya belum-tapi  apa hubungannya kepemimpinan sama tetesan air mata...? Ada-ada aja...

Konyolnya, beberapa film yang diproduksi era 90’an terkesan mendukung fenomena tersebut. Coba liat film-film sekarang, para jagoannya sering ngga malu-malu netesin air mata.  Padahal, beberapa menit sebelumnya, mereka ngga takut-takut kehilangan nyawa berjibaku dengan penjahat sangar nan sadis, demi membela kebenaran dan keadilan, ato ngelawan mahluk buas yang sama sekali ngga imut. 

Yah, gue ngga tau deh.  Yang pasti, di bulan September ini gue sempet,......hehehe,...lantaran salah satu anak buah gue kecelakaan hebat, dan berada dalam kondisi sangat kritis. Thx God, dia selamat setelah operasi kepala.  Yang kedua, istri temen baik gue sejak 22 taon lalu. Doski kanker payuudara stadium IV.  Trenyuh banget hati gue ngeliat istri temen gue, and kondisi temen baik gue tersebut. Oh God, please help my friend’s wife. Tolong sembuhkan dia Han....

(Hehehehe,....sialan, koq gue feminin gini ya,..???)


Mari Kita serukan: Hentikan kekerasan dan perang di seluruh tanah Indonesia, hingga ke ujung bumi.

Wednesday, September 14, 2011

SHOW ME THE WAY


(sebuah perenungan pendek tentang hidup)

Salah satu hal yang ditakuti para pendaki gunung adalah hilang jalan, atau kehilangan arah.  Entah saat perjalanan menuju puncak, atau kembali pulang.  Memang, salah satu penyebab hilang jalan adalah kurangnya informasi tentang medan yg hendak di jelajahi.  Tapi oke-lah, bukan itu intinya, melainkan sikap kita saat berada pada kondisi ‘kehilangan arah’ tersebut.

Buat saya, perjalanan kehidupan tak ubahnya petualangan mendaki gunung.  Ada saatnya mendaki, ada juga menurun, atau berputar.  Termasuk kehilangan arah.  Lalu apa yang akan kita lakukan pada kondisi hilang arah? Maaf, dalam konteks kehidupan,  saya merasa belum layak untuk memberikan tips, atau tutorial sukses pemecahannya.  Tapi sebagai eks pendaki gunung, mungkin saya boleh sedikit berbagi. 

Begini,...

YANG LUCU BUAT KAMU


Suer, gw lagi very bad mood.  Jadi blom bisa ‘menelurkan’ tulisan yg ‘gue banget’.  Nah, belom lama ini gue di kasih temen gue beberapa cerita lucu.  Jadi, sambil menunggu ‘kekeringan’ sumur ide gue, maka gue coba berbagi cerita lucu ini.

Met  senyum.....

Sebenernya saya pria beruntung loh. Karena saya punya seorang pacar yang cantik, baek, pengertian.  And gak lama lagi bakal nikah .


Tapi  ada 1 hal yg selalu menggangu, karena pacar saya punya seorang adik cewek yg jg tidak kalah cantik.  Bahkan lebih muda dan menarik.

Friday, September 2, 2011

ME AND FRIENDS


Tanggal 01 September 2011 gue jalan-jalan ke Manado sama istri and kids.  Kita misah. Gue liat-liat buku dulu di Gramedia, mereka ke Timezone-nya hypermart.

Dari Gramedia gue nyusul ke Hypermart. Oh my God, gue bener-bener kaya rusa masuk kampung.  Takjub gue sama pusat perbelanjaan dan pusat-pusat lainnya tsb.  Suer, itu pertama kalinya gue nginjek hypermart yg mungkin udah sekitar 5 taonan di bangun di kawasan Manado Town square.

Gue kebingungan nyari yang namanya timezone.

Sambil nunggu istri memandu pake HP,  gue ngeliat begitu banyak manusia menjejalin tempat tersebut.

Tiba-tiba sel-sel neuron di kepala gue terlintas ide untuk nulis soal ini.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Pastinya ngga ke itung tulisan tentang pertemanan.  Dengan perspective dan gaya nulis yang juga beda.

Ada yang mendeskripsikan teman seperti kepompong, sangat berharga, dsb.

Gue sepakat dengan semua pendeskripsian tersebut.

Teman emang kadang lebih baik dari saudara.


Teman juga sering  bagaikan spons empuk tempat mendaratkan kepenatan, beban, atau hati yang lagi bad mood



Ngga jarang juga sich Teman  jadi penghianat, dan  berpotensi jadi musuh.

What ever, idealnya,  dalam pertemanan kita terbebas dari segala macam perbedaan.  Entah suku, Agama, warna kulit, golongan, kepangkatan, atau strata ekonomi.  

Gue punya temen tukang ojek, sopir taksi, CS, Direktur, Doktor, Kadis, Ustad, pendeta, Pengusaha, pedagang kaki lima, hingga konglomerat.  Semuanya manusia. Hehehehe,.......

Gue tau temen-temen gue.  Gue respek sama mereka.  Tapi gue ngga bisa memenuhi semua harapan temen gue, dan  ngikutin semua keinginan mereka.

Gue punya harapan-harapan yang indah dalam berteman.  Tapi justru disinilah pertempuran batin gue. Pertempuran antara harapan dan ketidakmampuan.

Gue sering  gagal jadi seperti Cameron Poe di film Con Air, yg rela mengorbankan nyawanya untuk temennya.

Gue cuma bisa trenyuh karena selalu gagal jadi kayaq para satria temen-temen Arthur di film King Arthur

Gue juga cuma bisa senyum kecut karena ngga bisa jadi kayaq Harry Stampler, pempinan sekaligus teman bagi  orang-orang  yang  respek padanya, di  film Armagedon.

Sambil merenung,  gue mendapati kenyataan kalo ternyata gue lebih sering  gagal jadi temen yang baik.  Ketika gue berusaha menutupi  ‘kelemahan’ di satu sisi, ironsnya gue justru menemukan ‘kelemahan’ di sisi lainnya.  Begitu terus, sampe gue merasa letih sendiri guna mencapai kualitas ideal seorang teman.  Hingga akhirnya gue harus ‘pasrah’.  Gue harus bisa berdamai sama diri gue sendiri, dan menampilkan gue yang apa adanya, sambil memohon belas kasihan semua temen gue, untuk menerima dengan ikhlas,  seorang Robin Ticoalu.

Gue  yang terkadang begitu elegan mengakui kesalahan di satu kesempatan, sekaligus berdalih di kesempatan yang lain.

Gue  yang terkadang begitu antusias membangun sebuah ide, namun dengan serta merta memendamnya tanpa bekas

Gue  yang terkadang doyan ngumpul bareng, tapi dengan serta merta berubah males ketemuan dengan siapapun



Gue  yang terkadang antusias koment di FB, namun lebih sering ngilang kayaq invisible man

Gue  yang terkadang lucu, menggemaskan dan ngangenin (kayaq boneka Tedy Bear...hehehe...ada yg ngomong loh...), namun bisa berubah nyebelin kayaq panu

Gue  yang terkadang begitu lunak terhadap satu hal, namun berubah kukuh tanpa pandang bulu

Gue  yang terkadang begitu antusias mengirimkan ratusan sms, namun dengan serta merta mematikan HP berhari-hari hingga susah banget di hubungi.


Gue  yang terkadang begitu idealis, namun dengan serta merta berubah oportunis

Gue yang sering ngga PD (walaupun agak ganteng and ngga terlalu bego....hehehe..)

Gue  yang lebih sering pelit ketimbang dermawan (kata salah satu anak buah gue yang ngomong dibelakang ‘punggung’ gue)

Gue yang sering memotivasi orang, justru sering gagal memotivasi diri sendiri untuk jadi lebih baik



Btw,  di antara plus minusnya gue,  gue yakini beberapa hal:

Gue ngga bakalan bisa nyenengin semua orang, termasuk temen-temen gue

Gue ngga pernah berusaha dengan kesadaran bikin siapapun celaka ato menderita

Gue ngga pernah membenci siapapun, apalagi mahluk-mahluk yang gue sebut temen



Gue ngga berusaha ‘memanfaatkan’ pertemanan untuk kepentingan pribadi gue.


Eh,....tunggu....tunggu......hehehe.....gue bukan lagi curhat loh....

“Mengenali kapasitas diri itu penting”  tulis sebuah buku yang pernah gue baca

Mungkin kalimat itu yang gue pilih untuk mengutarakan ‘who am i’, ketimbang curhat 



Ngga seorangpun yang kenal diri gue sepenuhnya, kecuali Tuhan dan diri gue sendiri.

At last,....apapun yang udah gue tulis, yang pasti gue happy and proud punya all of you as my friend.  Kiranya Yang Maha Kuasa Tuhan selalu menjaga dan mencurahkan berkat-berkatNya buat kalian semua.  Teman-teman gue.




Mari kita serukan: Stop kekerasan dan Perang di Seluruh Tanah Indonesia,..hingga ke ujung bumi.

Saturday, August 27, 2011

BETE


Adalah sebutan Etnis Sangihe untuk  talas.  Sejenis umbi-umbian yang dicabut dari tanah


Adalah istilah yang dipopulerkan anak muda sekarang, untuk mendeskripsikan ‘kondisi’ pikiran dan perasaan yang kurang nyaman, karena berbagai hal.  Mungkin pengaruh kondisi dompet,  kurang tidur, pengaruh lingkungan (bersitegang dengan seseorang,  tersinggung karena perlakuan atau perkataan seseorang, dimarahi  atasan, atau kesal dengan kelakuan anak buah)


Dalam kondisi ini, orang cenderung bereaksi negative dan nyebelin.  Gampang marah (walau ngga dateng bulan…), dan statement-statementnya lebih banyak yang nyebelin


Sesuatu yang biasanya bikin antusias dan menggelikan, bisa berubah 180°


Sama ama kondisi gue sekarang….aaargggghhhh,…….


Udah,…Cuma gitu doang


Salah sendiri mbaca….kan gue udah tulis,..kalo gue lagi beteeeeeeeeeeeeee……

Sunday, August 21, 2011

KETIKA LOE MERASA NGGA DIHARGAI


Mungkin ada yang pernah mikir kalo perasaan kurang di hargai itu cuma persoalan sepele.  Tapi suer, itu persoalan kronis loh sob.

Ngga sedikit  orang yang ngincer pohon toge sama pohon cabe untuk gantung diri, lantaran ngerasa tidak dihargai. Hehehe…

Eh, tunggu, kita musti satu persepsi dulu soal perasaan di hargai.  Jangan sampe loe nanya ke gue:
“Berapa sih harga loe Bin..?”  Nah loh,…hehehehe,….

Perasaan dihargai sebenarnya beda-beda tipis ama perasaan di sayangi.  Itu ngga bisa diukur pake fulus man..

Kalo kebetulan loe bos,….loe pasti di hargain anak buah di tempat kerja loe.   Tapi jangan lupa,…loe dihargain karena ke-boss-an loe.  Karena jabatan loe.  Belom tentu karena integritas , ato kapasitas pribadi loe.
Patung di Manado


ups,....intermezo dikit nich. Ada sweet song-nya Gito Rollies lagi ngalun di laptop gue,...Cinta Yang Tulus



cinta yang tulus di dalam hatiku
tlah bersemi karenamu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenamu





Lanjut,....Banyak koq anak buah yang di depan bos-nya nunduk sampe  ampir nyium lante, tapi di belakang ngasih pantat (ups,..sory)
Mr/s. Fotografer, pinjam pict-nya. Tx......

Ngga ada mahluk yang namanya manusia yang ngga pengen di hargai.”  Adalah keywords yang harus dipegang teguh dalam kehidupan social.

Walau dengan bentuk yang beda, sebenarnya sebagian besar kita senantiasa mengais-ngais sebutir harapan untuk bisa dihargai.

Cuman persoalannya, banyak yang kurang  pas  memilih ‘rute’-nya dalam proses pencarian untuk dihargai tersebut.  Ibarat mau ke Tahuna, tapi naek kapal ke ternate. 

Waktu kita berhasil beli  Ipad (walaupun di rumah udah ada Laptop), mungkin bener kita emank butuh.  Tapi kan terkadang, kita ngga bener-bener butuh.  Kita cuma ngga mau ketinggalan trend, supaya bisa dihargai orang.
Mr/s Fotografer, pinjam pictnya. Tx

“Wah gila man,…Robin punya Ipad baru…”

Kagum sama kemampuan gue beli Ipad mungkin iya.  Tapi menghargai seorang Robin sebagai pribadi,…walahualam.

Dari pengalaman istri gue ber-wira usaha, banyak pelajaran berharga tentang bagaimana segelintir (ato segelontor…hehehe..) orang berusaha mendapatkan kebutuhan untuk dihargai. Cuma sayang  ‘rute’-nya salah.


Mereka kerap memanipulasi ‘casing’ supaya keliatan mampu.  Dengan harapan mendapatkan penghargaan dari ‘kemampuan’-nya tersebut.  Padahal,….(gue tahu  ‘jumlah peluru’ di pistolnya…)

Seseorang yang berupaya keras mencari penghargaan dari orang lain, namun mengabaikan prinsip-prinsip dasar kehidupan,  beresiko lebih besar mengalami keletihan jiwa dan mendapati  kehampaan dari rasa dihargai.   

Begitu bunyi penggalan kata yang saya kutip dari salah satu buku (maaf,..saya lupa nama penulisnya)

Apa sich prinsip dasar kehidupan..?

1.       Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2.       Kejujuran, kerendahan hati dan integritas
3.       Bertanggung jawab
4.       Hormat pada aturan & hukum masyarakat
5.       Hormat pada hak/warga lain
6.       Empati


Dalam kerja tim, tradisi harga-menghargai udah sering di praktekan oleh banyak manusia sukses.

Coba deh liat waktu actor and aktris Amrik dapet Academy Award, ato Award-award lainnya.  Kan bukan Cuma kepiawaiannya ber-acting, tapi juga lantaran mereka  tahu gimana caranya menghargai orang lain.  Simak statementnya di mimbar (udah di translate ke bahasa Indonesia loh…):
My wife, Rini

“Makasih buat ….istri gue yang cakep atas dukungannya.  Loe emank istri yang luar biasa.  Penghargaan ini juga buat loe babe…”

“Makasih juga buat nyokap  and bokap.  Buat doa-doanya…..kalian adalah orang tua yang luar biasa”

“Makasih yang tak terhingga juga buat kru, sutradara and produser yang udah abis-abisan mbantuin gue ndapetin ini semua. I love you all.”

Sederhana. Tapi dampaknya,…wooow….sampe ke sum-sum tulang tuh coy….!!


###################################


Naluri dasar mahluk hidup senantiasa  me- respons balik  segala hal yang menimpanya.  Kalo menerima sesuatu yang baik, cenderung membalasnya dengan kebaikan juga.  Begitu sebaliknya.

Waktu  anda jalan kaki, tiba-tiba sebuah batu melayang  ke kapala anda.  Apakah anda akan ngomong:

“Makasih banyak ya,….kapan-kapan kalo saya lewat sini, tolong lempar batu lagi ya…!

Hahahaha….dodol  Pengucapan.  Kalo ngga gila, paling lagi ‘dateng bulan’

Respon  logis waktu batu nimpa kepala kita adalah mencari darimana batu berasal, sambil marah dan mengeluarkan segala macam makian.  Ada keinginan kuat membalas perlakuan yang menyakitkan tersebut.


####################################



Waktu masih bujang, gue sering diputusin ceweq (hehehe,…diputusin bangga,..)  Dari bocoran yang gue denger dari temennya  mantan yang mutusin gue, katanya gue kurang menghargain mantan gue tersebut.  Simpelnya, gue ngga proaktiv dalam menghargai.  Abis ngungkapin cinta, trus diabiarin ‘balalar’ istilah Manado-nya….wkwkwk….becanda boooo…

Nah, berdasarkan fenomena tersebut,  kita punya fakta yang susah dibantah, bahwa: kalo ingin dicintai,…harus lebih dulu mencintai.  Kalo ingin dihargai,..harus lebih dulu menghargai.  Bahasa gaulnya, loe menuai yang loe tabur.
My Edelweis

Facebook juga ngajarin banyak.  Coba deh perhatiin,….orang yang sering ngomentarin status orang lain, atau merespon koment, atau menyapa orang lain, cenderung mendapat respon yang lebih bagus ketimbang yang doyan update status, tapi meng-acuhkan tiap mahluk yang ngomentarin statusnya. 

Menghargai orang lain bukan persoalan gampang loh. Butuh sensitivitas,..alias kepekaan.  Empati,..bahasa  Ugandanya…hehehe…

Dulu gue pernah punya temen, doski ngomong kalo dia paling males curhat ke si-A.

Gimana ngga males Bin, orang gue dateng ke dia pengen curhat,…eh,..malah gue yang balik ndengerin cerocosannya.

Ngomong soal keinginan untuk dihargai, mungkin kita bisa sedikit masa bodo, ato cuek, kalo yang tidak menghargai kita  ‘cuma’ orang-orang yang asal kenal, atau baru kenal 2 hari.  Tapi kalo sahabat karib, apalagi suami, ato istri tercinta, wah bisa jadi permulaan Perang Barata yudha bab 2 tuh….
My Sakura

Akhirnya…..

Ngga perlu jadi kaya banget, pinter banget, cakep banget, ato ‘tinggi’ banget untuk bisa dihargain orang lain.  Hargai orang lain lebih dulu, dan Insya Allah kita akan dihargai.

Hormatilah wanita untuk mendapat……(wkwkw…..banyak kaum pria yang pikirannya ngaco deh….)

(Tulisan ini cuma opini gue, yang gue bikin waktu lagi sadar, alias ngga mabok cap tikus.  Karena gue cuma minum coffe black.  Sama sekali ngga bertujuan menyinggung, mendiskreditkan, apalagi menggurui  siapapun. Kalo merasa tulisan ini ada manfaatnya, rekomendasi aja ke temen-temen.  Ngga usah di cetak di kaos,…hehehe…kepanjangan dodol.  Oh ya, rujukan dari opini gue: komik Donald bebek, film Avatar The Legend of Aang, Finding Nemo, Lion King versi 1 & 2, serta Kung Fu Panda)  

Met Nunaikan Ibadah Puasa bagi yang Meng-Imaninya.


Mari Kita serukan:

”Hentikan kekerasan dan perang di Seluruh Tanah Indonesia….Hingga ke Ujung Bumi”

Monday, August 15, 2011

MUTIARA KATA,..(EH BUKAN)… VERSI GAUL


Kaga ada pendaki gunung yang nyampe ke puncak cuma dengan Doa.

Loe ngga boleh maksa pikiran loe ke orang lain.  Kecuali faedahnya gede banget buatnya

Tuhan punya harga yang pas untuk semua ‘produk’-Nya.  Yang paling ‘murah’ lebih gampang didapet ketimbang yang mahal.

Orang baik belum tentu bijaksana. Tapi orang bijaksana biasanya sich baik.

Kebaikan mirip resep masakan. Ngga ada gunanya kalo cuma dihafalin, tapi ngga pernah jadi makanan    

Cuma ikan mati yang kebawa arus (kalo ikan idup, harganya lebih mahal...)

Ngapain loe beli piso kalo cuma buat disimpen sampe karatan

Minuman keras bukan barang haram kalo cuma dipelototin.

Bukan berantem namanya,  kalo yang satu mukul terus, tapi yang satu diem

Jangan nahan diri buat ketawa lantaran gigi loe jelek.  Setidaknya orang tau hati loe tulus.

Nangis dan ketawalah di saat yang tepat.  Kalo ragu dengan saat yang tepat, mendingan ngopi

Jangan takut sama dosa coy.  Kenalan aja dulu

Ternyata cinta  mirip kentut loh.  Ada suaranya apa ngga, tetep aja ada baunya

Loe ngga perlu jadi maling untuk belajar ilmu maling

Orang paling bego adalah orang yang beli laptop untuk main game doang.

Mendingan berenti ngeroko kalo cuma bisa mbedain roko dari bungkusnya doang

Jangan belaga kutu buku kalo ngga bisa mbaca yang ini: T4  ZZZZZZ  4U

Sapa suruh mbaca sampe abis kalo dari pertama loe udah curiga ini pasti gak bener……

(Tapi loe bebas koq kalo mau nyetak di kaos,….wkwkwkwkw…..piiiissss)

Thursday, August 11, 2011

95% PRIA BERMASALAH DENGAN MATANYA


Ssssstt,…tulisan ini khusus untuk pria

Ini bukan soal kesehatan mata, angket, atau survey lembaga Pilsung. Apalagi kodrat, atau mutasi gen.  Tapi soal cita rasa lelaki….hahaha….

Dimulailah,…..

Waktu  umur 27’an, gue pernah di skak mat  teman yang lebih muda. Doski nanya gini:

“Bin, apa yang bikin loe tertarik sama mahluk yg namanya perempuan?”  Gayanya mirip   Don Yuan sejati (merek chainsaw utk motong kayu jati)

Dengan mantap gue jawab:”Hatinya dong.”

“Jawaban klise.  Dan gue anggap bego.” Gayanya bikin gue sepet.  Pengen banget nyumpel mulut nyinyirnya pake tai idung gue yang kebetulan lagi banyak-banyaknya.

“Karena semua laki yang kornea-nya masih clear and on air, serta bukan homo, pasti nge-respon eksistensi perempuan dari performance lahiriah-nya.  Pada kecantikan dan kemolekannya, serta bagian-bagian tubuhnya yang menonjol, terselubung, dan penuh misteri.  Bukannya pada hati.” Alamak, kosa katanya,…bikin sebel. Kornea,…Kornea Agatha kaleee,…ups Cornelia Agatha ya benernya

(Pas sejenak gue pikir-pikir, temen gue bener juga.  Soalnya, biar  cakep kayaq si-Nadine Chandrawinata yang pernah nguber-nguber gue, kalo body-nya kayaq roti tawar, alias kotak dan rata, ngga ada mantep-mantepnya lageee…)
                          
Waktu ikut Latihan Kepemimpinan dulu (hehehe,..akhirnya gue jadi pimpinan keluarga), gue juga pernah ditegor tanpa tedeng aling-aling sama senior gue, lantaran ketangkep ‘kering’ (kalo basah kedinginan donk,…soalnya ruangannya ber-AC) waktu lagi melototin cewek cuakep banget yang duduk pas di seberang tempat duduk gue. Rambutnya hitam panjang menjuntai (jemuran kalee..), kulitnya licin mengkilat mirip kelereng.  Idungnya sekitar 16 cm (loh,…koq ampir sama panjang sama…..hehehe…yg laki udah pada senyum sambil nengok celana sendiri tuh).  Giginya nangkring kompak (tentunya di mulut dong,…masa di gelas sich,…itu mah nenek gue).  Pokoknya nilai 8,15 deh (mirip NEM, pake koma segala…)

“Jangan terang-terangan gitu ah kalo melototin perempuan, pake nelen ludah segala lagi.  Loe ngeliat perempuan apa lemper sich….!” Setaaaaannnn…!! Koq gue dipojokin melulu sich kalo soal perempuan.

“Abis gimana donk Tan (intermezzo, suer…namanya bukan seTan, keTan, atao huTan, tapi Gathan)?” Diem-diem gue ngagumin kegantengannya…..iihhhh….

“Sah-sah aja koq melototin yang mengkilat model gitu. Tapi jangan langsung ke sasaran donk. Pelan pelan rayapin pandangan mata loe (gilaa, gue disamain ama cicak kale merayap).  Mirip ngeliat pemandangan di sawah gitu.  Kalo dia ngerasa di pelototin, pindahin pandangan loe ke object laen. Pelan dan elegan. Kalo dia lengah, baru loe balik lagi. Supaya ngga keliatan murahan banget gicu.” Dia senyum sambil mamerin barisan giginya yang keren. Iiiiiihhhhh……

Ada  banyak nehnik-nehnik ‘managemen  tubuh’ yang diajarin di seminar meraih kesuksesan.    Dari  cara jabat tangan, tersenyum, memandang mata lawan bicara, hingga  cara duduk dan berpakaian yg elegan. Tapi ngga satu ilmu-pun yang ngajarin gimana caranya memandang wanita dengan elegan**   Entah professor ato kondektor, selama masih terdaftar sebagai laki-laki, susah bener ndidik matanya supaya ngga malu-maluin. Obama aja, presiden Negara adidaya yang notabene pinter dan berkuasa, pernah ketangkep candid kamera lagi ngeker bokong seksi  wanita blonde.

(catatan ** sialan,..gue terpaksa mbuka kamus buat nyari tau arti elegan.  Soalnya waktu gue nanya ke temen gue, dia bilang elegan tuh burung celepuk. Kampret…!!eh, kalo loe juga ngga tau arti elegan, tuh ada kamus di sebelah kanan blog yg lagi loe baca..)

Temen gue pernah diskors lantaran mbikin mobil dinas bonyok nabrak tiang listrik.  Konyolnya, dari   
keterangan saksi mata terbukti kalo dia nyetir sambil melototin ibu muda yang  mbeli sayur di pinggir
jalan cuma pake daster setipis tissue, sampe segitiga biru muda totol-totol yang dipakenya
nyiplak lengkap secara perfect (kata temen gue ada bolongnya dikiit..)


“Sebenernya ekor mata gue udah liat tuh tiang listrik.  Cuman bukannya nginjek rem, gue malah
 ngegas.” Temen gue curhat sambil nenggak gelas cap tikus (miras khas Manado) yang ke-7 (gelas 1 sampe 6 gue yang nenggak…..wkwkwkw…)



Akhirnya,…….


Masih banyak sich kisah tentang pengalaman gimana organ yang kita sebut dengan mata meramaikan kehidupan kaum pria.  Tapi tunggu, gue tanya nich:  seandainya Sang Pencipta memberikan kita kebebasan untuk memilih tempat meletakan sepasang mata kita, kalian milih di mana…?


Hehehe,…pertanyaan dagelan ini pertama gue denger 22 taon lalu, dari 2 temen gue. Belly & Ray.  Belly sekarang udah jadi Pendeta. Ray jadi pengusaha penangkapan (kalo mau kenalan, ada tuh FB-nya).


Tau ngga, kalo mereka berdua bakal milih naro matanya di ujung jari telunjuk.  Supaya gampang kalo mau ngintip yang ada di balik rok, ato kaum hawa yang lagi mandi…wkwkwkwkw……kreatif banget ya...


Akhirnya,…(yang ke-2)


Kalo dipikir-pikir, kenapa sich mata kaum kita (selain Homo sama Gay loh…)ngga pernah bisa dibatasin apapun kalo diperhadapkan sama mahluk tergenit di bumi. Dari yang gajinya 200 ribu sampe 150 juta sebulan, lulusan SD ato Profesor, copet ato anggota Dewan, Satpol PP ato Mentri, gembong narkoba ato Tokoh Agama, tetap  susaaah banget diajak kompromi untuk ngelewatin begitu aja kalo ada mahluk cuantik nan seksi  yang lewat.

Eh, dokter aja, yang mungkin udah bosen nyuruh pasien cantik buka baju (sialan, udah ngeliat gratis,..malah dibayar…wkwkwk…)masih sering jelalatan sambil melotot, sapa tau  aja ada bikini yang kesempitan waktu jemuran di pantai Kuta, Bali.

Aaahhh,…jangan gitu ah,…pake pura-pura segala.  Terima kenyataan aja broe, om, pakde, kalo kita-kita emang udah di setting  gitu dari sononya.  Coba deh kita reply ke masa puber dulu.  Waktu pita suara kita berubah lebih nge-bass.  Darimana datangnya perintah auto yang begitu kuat untuk nggerakin sendi-sendi tubuh kita kalo ada perempuan yang salah duduk, sampe-sampe kita maksa banget untuk nengok  celana dalemnya (sekedar nge-check warnanya kaleee ya…wkwkwk….) 

Eh, setau gue cuma satu laki-laki yang biar udah di kangkangin jutaan perempuan, sambil mamerin celana dalemnya tapi tetep cuek dan gak bergeming.  Siapa hayooo…..? Polisi Tidur…wkwkwkw…

Akhirnya,….(beneran nich..!!!)

Katanya, mata itu jendela jiwa. Makanya gue doyan pake kacamata item. Takut ketauan jiwa gue.  Soalnya,….gue 1 dari yang 95%

Udah dulu ah, ada beritanya Chantal Dell Concetta tuh di TV.  Wuiiiiihhh,..doski tattoo-an loh.  Tunggu,..tunggu,…tattoo apaan tuh deket……

Doa:
Thanks God buat mata yang Dikau anugerahkan.  Posisinya pas banget. Gue gak bisa bayangin kalau Dikau nempatin mata kita-kita di ketek. Selain ngga keren, pake baju harus ‘you can see’,  kalo kelilipan susah netesin inzto, and norak banget kale kalo jalan….Amin.

Mari kita serukan:  Hentikan kekerasan dan perang di Tanah Indonesia dan seluruh dunia….!!!!!

Saturday, August 6, 2011

DI KESENYAPAN KAKI GUNUNG 2 SUDARA


Di pinggiran Kota Bitung, Kelurahan Wangurer Timur.  Pas di kaki Gunung 2 Sudara.
Gunung 2 Sudara dari PT. Celebes


6 Agustus 2011. Pukul 16.00 Wita


(sebenernya lagi ngga mood nulis….…eh,..ada ide yg ketangkep)


Gue ngga tau mau ngapain. Kopi black gue baru aja abis gue seruput sama sedikit ampasnya.  Baru juga aja abis sms ponakan, ngucapin selamat HUT-nya yg ke-17.  Ng-sms Lorin, ade bungsu gue yg baru merit ama si-Ucok yg doyan basket.  Iihh,.. gak di reply. Ngga apa. Mungkin sibuk.  Bête, gue nyalain TV. Uuh,…bosen. Lagi-lagi berita kekerasan. 21 orang di Papua Meninggal bunuh-bunuhan lantaran pilkada. Kasihan. Sedih. Trenyuh. Orang-orang sederhana yang ngga tau kenapa harus saling bunuh, malah jadi korban.  Koq mahalan pilkada ya daripada darah manusia…???


Padahal kalo mereka tau yg terjadi setelah ‘calonnya’ jadi,..uuhh,…paling dicuekin. Malah mungkin dihianatin.  Yah,..memang ‘orang-orang kecil’ yang polos selalu jadi komoditi mainan kaum berjois. Kaum cerdik pandai. Heh, jadi inget cerita kancil nyebrang sungai sambil ngeloncatin buaya. 


Orang pinter. Keliatan lemah gemulai dan bertutur bahasa sopan. Tapi licinnya minta ampun (uuuhhh,…untung gue ngga pinter-pinter amat. Emank sich,.. nilai Matematika Amat selalu lebih tinggi dari gue. Dia 5, gue 3…)


Bosen ngobok-ngobok  4shared buat ngunduh lagu. Puter sono,..puter sini (kalo ada bini gue sih asyik main puter-puteran….hahahaha….).  Tiba-tiba temen gue ribut.  Gue kirain ‘anu’-nya kejepit retsleting lagi (ngga tau tuh,..’anu’-nya doyan banget dijepit retsleting…hehehe).  Manggil gue ke laptopnya.   


Astagfirullah,….minta ampun, ada FB yang muatannya  ajang hujat menghujat Agama.  Minta ampun Gusti,….ono apa iki…? Agama itu kan keyakinan kepada Yang Maha Kuasa.  Jalan kebaikan menuju keindahan. Koq dipake utk saling hujat sih..? dipake untuk saling membusukan.  Piye toh…?
Ngga keitung temen aku yang sekarang njalanin ibadah Puasa.  Si- Achmad, Arif, Syachrial, Imron, Sudarman, Hamdan, Aziz, Halimah, Veronika….duh, masih banyak.  Ngga pernah saling hina. Saling caci. Malah saling tolong kalo kesusahan, saling menguatkan kalo ada yang sedih.


Waktu salah satu temen Nasrani mutusin jadi Mualaf, gue juga ngga kebakaran jenggot.  Ngga sakit beri-beri ato hipertensi.  Lah wong itu pilihan idupnya.  Apa urusan gue….???


Knapa sich kita susah banget terima kenyataan kalo perbedaan itu emank harus ada.  Kenapa kita gak bisa nrima Islam, Kristen, Hindu, ato Budha sebagai  keindahan yang  memperkaya  wawasan kehidupan.  Yang bikin Bima Sakti lebih merona sebagai tempat hidup yang kita tongkrongi bersama.  Kenapa kita ngga bisa…?


Mungkin bukan kita gak bisa.  Tapi kita gak mau. Itu benang merah pemisahnya.


Yang Kristen sok-sokan alergi waktu ndenger azan Maghrib.  Padahal yang bersangkutan selalu complain soal persembahan yang harus di cemplungin ke pundi-pundi Gereja.


“Ah gue males ke Gereja sono, pundi-pundi persembahannya ada 7 biji. Berarti Rp. 7000.  Belom ongkos ojek. Iiih,…paling kurang nyiapin Rp. 13.000.”


Ato si-Andreas, Cuma melek waktu ‘Urapan Berkat’….selebihnya ngorok. Melek lagi waktu lagu Amiiinnnn ke-3.


Trus yang lain, selalu aja bawaannya curigation setiap Kristen bagi-bagi sembako.  Kristenisasi,..begitu isyu ditiup angin. Halooo saudara, sebangsa dan setanah air, Marilah kita telanjang bulat sama-sama,….lalu berdiri saling pandang (jangan ngeresss…), ada ngga yang bisa mbedain mana Islam, mana Kristen, Budha, ato Hindu…? 100% gue yakin kita ngga ada bedanya (kecuali kita udah saling kenal…..dodol..).  So what…?
Ngga telanjang nich. Coba tebak mana Kristen, Islam, dll...


Kan satu-satunya yang bikin kita beda adalah KEYAKINAN kita pada apa yang sama-sama kita sebut sebagai TUHAN.  Dan karena itu, kita punya ritual yang beda untuk menghadap Sang Khalik.


Kalo kita sama-sama ngangkat pedang, panah, tombak untuk saling bunuh lantaran Agama, kita malah lebih mirip BINATANG dalam rupa manusia.  Siluman Beruang pemakan jantung manusia.  Kita malah kehilangan apa yang sama-sama kita muliakan sebagai nilai-nilai kemanusiaan.  Sesuatu yang dititipin Yang Maha Kasih ke hati tiap umatNya.
Beda itu Indah. Seindah view di latar belakangnya


Ups, sory,..gue ngga lagi khotbah ato dakwah nih.  Cuma curhat sebagai bentuk keprihatinan koq.  Prihatin dengan tingkat kekerasan yang ngga pernah kunjung padam.  Karena buat gue, kekerasan ngga ada nilai keindahannya.  Cuma menyisakan dendam dan kepedihan.  Sebuah perasaan menyiksa yang tak mengenal kata AGAMA.


Malam semakin larut,…..beberapa karyawan PT. Celebes MPratama, Bitung udah mandi dan berbau harum.  Siap berangkat Tarawih.


“Bud, sembahyang buat perusahaan ye….!!” Tereak ass superv. wanita berbody subur yang pengurus Gereja di lokasi tempat tinggalnya.   
One for all, and all for One


Budi udah nyetarter motornya. Siap ke Mesjid dengan baju koko dan kopiah putih.


Sambil senyum, Budi ngangkat tangannya, lalu ilang di tikungan gelap.


Nun di kejauhan, siluet Gunung Dua Sudara yang baru menorehkan duka  karena meninggalnya 10 penumpang Heli,  mulai redup di telan kekelaman.


(wuih,..koq sempet-sempetnya gue keinget Almarhum Gus Dur. Sang Pahlawan Pluralis Indonesia.  Gus,…mata fisikmu emank payah.  Tapi hatimu,….gue saluuuttt)


Met njalanin Ibadah Puasa buat siapa aja yang mengimaninya. Termasuk sepupu-sepupu gue.


Woi… Jimmy Ticoalu,…masih di Dubai loe,…..kapan ke Manado….?


Lola,….Met Puasa (biarpun nt mungkin gak baca….)


Terinspirasi juga oleh my sweet friend, Linda Piries yg begitu pluralis. Met mudik lebaran (gue tau loe pasti mbaca blog gue…..tks yeee…).


Eh mpok, utk tulisan yg ini, please jangan bilang gue gokil yee…hehehe…(ntar geregetnya luntur..)


BERSAMA INI SAYA MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA YANG SEDALAM-DALAMYA ATAS MENINGGALNYA  10  PENUMPANG  HELIKOPTER  YANG  JATUH  DI HUTAN GUNUNG 2 SUDARA. SEMOGA KELUARGA YANG DI TINGGALKAN DI BERI KETABAHAN.


Mari serukan: Hentikan Perang dan Kekerasan di Tanah Indonesia.....!!!!