(sebuah perenungan pendek tentang hidup)
Salah satu hal
yang ditakuti para pendaki gunung adalah hilang jalan, atau kehilangan
arah. Entah saat perjalanan menuju
puncak, atau kembali pulang. Memang,
salah satu penyebab hilang jalan adalah kurangnya informasi tentang medan yg
hendak di jelajahi. Tapi oke-lah, bukan
itu intinya, melainkan sikap kita saat berada pada kondisi ‘kehilangan arah’
tersebut.
Buat saya,
perjalanan kehidupan tak ubahnya petualangan mendaki gunung. Ada saatnya mendaki, ada juga menurun, atau
berputar. Termasuk kehilangan arah. Lalu apa yang akan kita lakukan pada kondisi
hilang arah? Maaf, dalam konteks kehidupan,
saya merasa belum layak untuk memberikan tips, atau tutorial sukses
pemecahannya. Tapi sebagai eks pendaki
gunung, mungkin saya boleh sedikit berbagi.
Begini,...