Sunday, March 4, 2012

SENANDUNG SENJA DI PULAU LEMBE


Bias mentari meredup perlahan di kaki dua sudara. Kegelapan bangkit temani beberapa perahu kecil nelayan yang membelah laut.  Riak-riaknya pecah membentuk serpihan-serpihan buih putih.

Beberapa meter di depannya, sebuah kapal penumpang meniupkan tanda keberangkatan

Benak Charles mengembara pada percakapan terakhirnya dengan Carla di Pulau Lembe, Bitung, Nopember 1999.

“Buatku cinta hanyalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan suasana hati yang  dipenuhi hal-hal indah dan manis.   Sebagaimana kita membuat istilah ‘maag’ untuk menggambarkan rasa sakit diperut karena lambung yang yang luka.”  Garis-garis di wajah Charles menyiratkan kebanggaan

What ever you said.  Tapi aku yakin pada cinta.  Satu-satunya alasan kehidupan bisa berlangsung

Cinta itu tidak ada Carla. Cinta hanyalah ilusi yang kita ciptakan karena kita menginginkannya.  Tapi bisa kita ganti sesuka hati, dengan perasaan apapun yang kita mau.  Karena faktanya, kita bisa mengutarakan kata cinta pada siapa saja yang kita kehendaki, karena berbagai alasan” Charles mempertegas

Carla memalingkan pandangannya pada wajah charles. Mata birunya menatap penuh keheranan.
Kau anggap aku wanita apa yang dengan seenaknya menyerahkan tubuhku pada laki-laki bajingan seperti kamu ?” Wajah eloknya memerah, dengan tubuh bergetar penuh amarah.

Kita saling menyukai.  Sederhana kan…!!”  Senyum Charles tanpa beban

Berarti begitu kau akan perlakukan aku kelak.  Ketika hati dan seluruh eksistensimu tidak menginginkan aku lagi, kau akan dengan mudahnya berkata kalau kau tidak mencintaiku lagi. Begitu..Begitu Charles..?”

May be…!”  Charles memalingkan wajahnya dari tatapan Carla, dan mengarahkannya pada segerombolan burung yang terbang beriringan, menuju gugusan pulau Lembe yang memanjang

Maaf honey, kita ngga bisa hidup bersama dengan perbedaan yang sangat prinsipil..!!”

Charles hanya bisa memandangi punggung Carla untuk terkhir kalinya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Sebuah sms dari salah satu sahabatnya yang menjadi relawan di Aceh masuk di Nokia N70-nya. 

Carla Vasques, wanita Inggris keturunan Mexico yang dikenalnya di Cagar Alam Tangkoko sebagai peneliti burung endemic, hilang saat tsunami hebat melanda Aceh, Desember 2004.  Jasadnya tak pernah ditemukan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Charles  merasa pandangannya mulai kabur.

Kau benar Carla, cinta tidak pernah buta, karena cinta adalah cahaya yang menuntun hati pada kebijakan’ bisiknya, seolah pada semilir angin.

Kenapa mata papa berair ?” suara mungil Ginza mengembalikannya dari lamunan panjang

Ngga apa. Pulang yuk sayang,..” Charles menggendong Ginza dan menghujaninya dengan kecupan

Dari sebuah perahu yang tertambat, mengalun syair indah salah satu lagu ‘Caffeine’
Kau tlah pergi, tinggalkan maaf yang tak terucap, dan tak kan kembali…..
tersimpan kini, janjiku di hati

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Paradigmanya tentang cinta berubah saat dirinya sekarat karena terjatuh dari tebing, dan koma selama 3 bulan. Rynha, wanita yang kini jadi istrinya setia menunggu di sisi ranjang dengan air mata yang tak henti meleleh. Tubuhnya menyusut.  Merawatnya hingga ia sembuh total. Tak pernah ada kata lain yang diucapkan Rynha tiap Charles mempertanyakan kerelaannya bertahan di sisinya.  Hanya cinta.

Charles  tak lagi malu menangis hingga separuh tubuhnya terguncang.   Dirinya tak ingat lagi kemana sirnanya keteguhan seorang mantan ketua Mapala yang terkenal begitu tegar, dan tak pernah meneteskan air mata

Carla menuntun Charles ke pintu gerbang cinta.  Rynha mempersembahkan wujudnya.
Charles beryukur pernah mengenal Carla hingga ia menemukan Rynha.

selesai

 

Jika itu benar cinta, seorang tidak mengenal kata menyesal karena telah mencintai.
Jika benar itu cinta, tak seorangpun merasa tersiksa
Jika benar itu cinta, tak seorangpun merasa dikuasai
Jika benar itu cinta, ia tak akan pernah pudar
Cinta tak akan pernah mati. 

Cinta bukan sekedar untaian kata yang gemanya selalu di dambakan hati tiap manusia.  Tapi cinta adalah sebuah sikap hidup yang slalu memenuhi aliran darah dan oksigen kehidupan manusia. 

Wednesday, February 29, 2012

Diary Kusam


Aku adalah diary.  Lembaran kertas putih pengobat jiwa-jiwa lelah yang bertutur tentang hati.

Aku berisi jutaan doa dalam tulisan. Tangisan dari hati yang tercabik-cabik, rangkaian gelak tawa, dan harapan yang perlahan sirna.

Akulah sahabat yang membiarkan jiwa-jiwa berekspresi dengan berjuta kerahasiaan

Aku sahabat yang senantiasa tersenyum digelitiki tinta kaum muda yang penuh gelora cinta, yang berkisah tentang indahnya mimpi-mimpi

Aku sahabat para raja, permaisuri, hingga gelandangan pinggir jalan

Sahabat yang rela dibasahi butiran-butiran air mata dan suara parau dalam belenggu kepedihan

Sahabat yang hanya mampu berdiam diri dicabik-cabik segumpal amarah dan dendam

Kini, duniaku adalah kesedihan dalam mimpi

Mimpi tentang keceriaan yang hilang

Facebook, twitter, dan blog telah merampas semua masa-masa indahku

Harus kusadari kalau Dunia telah berubah

Dunia dimana tiap orang ingin semua orang membaca kisah-kisahnya

Dunia baru yang terkadang tak lagi perduli organ-organ tubuhnya diterkam napsu liar mata jalang

Dunia yang menenggelamkan begitu banyak akal sehat

Oh,..aku hanyalah sebuah diary kusam.  Teronggok dalam gudang gelap dan berdebu

Waktuku kini telah usai.  Kusam dalam titian waktu

 Dan ketika mentari tenggelam,….aku tak lagi tersentuh

Monday, February 20, 2012

GOKIL ITU INDAH....AH...AH.....AH....

(sory buat yang namanya Indah,..bukan maksudnya nt yang gokil,....)


Waktu pertama akrab, dan kemudian bersetubuh dengan banyak organ internet, gue bukan cuma kayaq rusa masuk tipi, tapi juga rusa kelelep di juice rumput.  Pokoknya bener-bener kampungan deh.  Malah gak sedikit sohib lama gue yang koment bgini:

“Bin, koq loe jadi cerewet banget sich…Loe berubah lebay…!!!”

Yeee,…emank gue satria baja item berubah….?

Soalnya waktu itu gue nulis and ngasih koment asal nyablak.  Yang penting nulis.  Gak penting senonoh apa ngga.

Nah,  gue punya kebiasaan meng-copy di USB banyak hal yg pernah gue komentarin, ato tulisan apa aja yang pernah gue muat  di FB.  Hehehe,…gw sering senyum and malu sendiri sama kekonyolan gue.    Tapi lama kelamaan gue rasa tulisan gue terkesan makin serius.  Kadar kelucuannya luntur 55%.  Gue kayaq keilangan sentuhan and taste buat format banyolan.  Tulisan and koment gue cenderung kering dan kurang segar (emangnya es cendol…).  Ato kejangkitan bakteri jaim parahaemalyticus, ngga tau.

Biar udah berjam-jam melototin Abdel & Temon, Awas Ada Sule, OVJ,  Tawa Sutra, Super Hero Kocak, dll, tetep aja ngga nemu settingan yang membangunkan roh kelucuan yang gue yakin ada di kisi-kisi neuoron sama sel-sel darah merah gue.

Kenapa gue pengen lucu and gokil…? Karena menurut teori, orang yang doyan ketawa and selera humornya tinggi, cenderung lebih susah terkena penyakit.  N’ lebih dari itu, bikin orang-orang seneng. Hehehe,…kan itung-itung beramal (Amal Mirdad kaleee….)

Tapi sebenernya kita emang butuh lebih banyak lagi hal-hal lucu ketimbang  serius loh.  Bayangin, dari SD sampe kuliahan, hal-hal lucu seperti diharamkan.  Kalo kelas ribut lantaran ketawa-ketiwi, pasti dimarahin bu guru sama pak guru.  Lagian, mana ada mata pelajaran Sejarah Ketawa-ketiwi.  Paling  Pendidikan  Sejarah Pembohongan Bangsa.
 
Banyak orang cakep yang takut ngelucu karena dianggap bisa melumerkan selevel, ato beberapa level kadar kecakepannya (garem kaleee lumer…)  Padahal, orang-orang lucu itu punya daya tarik sendiri loh di mata lawan jenis, serta hewan-hewan penggemarnya.  Apa yang menarik hayo…? Apa,…? Hehehe…ngaco aja dech.  Tentunya yang bisa narik adalah tangannya, masa bibirnya.  Bibir mah dipake ngisep sama matok….wkwkw…(woooiiiii, knapa megangin bibir,…..abis dipatok..?)

Orang lucu ngga selamanya o’on.  Tapi orang o’on malah susah ngelucu.  Begitu kesimpulan yang pernah gue denger waktu salah satu reporter tv swasta nge-wawancarain salah satu pelawak kondang negri ini. Gayus Tambunan. Wkwkwk……..

Kalo dibandingin, jumlah orang yang doyan nonton percakapan  serius dengan yang doyan nonton hal-hal lucu, mungkin bisa dipastikan lebih banyak orang yang doyan makan gulai kambing. Wkwkw..  Soalnya nonton percakapan serius kerap bikin kita kesel  and darah tinggi.  Tapi kalo nonton lawakan lucu, kita justru sering didesak untuk ngeluarin banyak hal yang sewajarnya keluar, seperti kentut, keringet, aer mata  lantaran terpingkal-pingkal.

Dan yang ngga kalah koyol, knapa hal-hal yang terlucu, justru berbau pornografi.  Kayaq kisah di bawah ini.

“Bu, kenapa wanita yang sudah melahirkan pinggulnya jadi besar.” Tanya Theo sambil mbuka buku biologinya.

“Karena pinggulnya di butuhkan si-bayi  untuk keluar.”  Bu guru terkesan berhati-hati.

“Tapi tante saya belom punya anak koq pinggulnya besar bu..? Tanya Ongky.

“Bisa aja factor keturunan.” Bu guru tersenyum

“Ngga juga bu, tante saya turunan pinggul kecil.  Tapi pinggulnya besar sekali. Soalnya om sering kepergok ngumpet di dalam rok tante.  Dan kalo udah gitu, tante bakal naek turunin pinggulnya.  Waktu saya pernah liat, kayaqnya om sedang meniup sesuatu deh di dalam rok tante.  Mungkin itu yang bikin pinggul tante besar”

Bu guru: “ Siapa nama om kamu…?”

Murid : “Knapa bu,..mau minta di tiup..?”


Perhatian: Jangan meniru perbuatan tiup-meniup seperti cerita di atas.  Karena hal tersebut hanya dilakukan para ahli dan orang yang sudah terlatih.  Efek samping: ketagihan, hingga pengen niup semua perempuan. (husshhh,….!!!)


Lanjuuuttt,…..

Kalo SD dulu kita pernah diajarin ilmu 4 sehat n’ 5 sempurna, mungkin gue boleh nyaranin ke mentri pendidikan, tambahin lagi jadi: 4 sehat dan 5 sempurna +.  Nah, +-nya nonton hal-hal lucu.  Cuman kategori lucunya harus dipersempit.  Kalo ngga orang bisa bingung mbedain mana lucu, mana politik.  Soalnya di politik juga banyak banget hal-hal lucunya. 

Misalnya, pada kasus Wisma Atlet, yang ngelibatin salah satu anggota Dewan.  Pas si-anggota dewan udah di tetapin jadi tersangka kasus hukum, eh doski malah dipindahin ke komisi yang menangani  persoalan  hukum.  Kan lucu banget. Wkwkwkw……gue sampe keluar aer mata lantaran saking gelinya (tapi abis itu gue malah pengen muntah lantaran ngebayangin betapa goblooooookkkk-nya orang yang berwenang mindahin si-tersangka)

Kalo gue pikir-pikir, apa ngga lebih bagus kalo semua anggota dewan diganti sama pelawak seperti  Sule, Abdel, Parto, Temon, Jojon, Olga, Deni, Wendi, Nardji, Ajis Gagap, Tukul, Tarzan, Andre Taulany, Opie kumis, Nunung, dll  

Ato, kalo emang susah, ya setidaknya sebelum rapat-rapat kenegaraan,  pesertanya disuruh nonton acara lawak aja dulu sekitar 20 menit, supaya jalannya rapat bisa lebih santai dan fresh.  Yah setidaknya agenda ngibulin rakyat bisa dikurangin. Hehehe….

Terakhir,…gimana kalo slogan “Katakan Tidak Pada Korupsi” diganti aja jadi: “Gokil Itu Indah”

Ah, udah ah,….acara stand up comedy udah mau mulai tuh….!!




Saturday, February 18, 2012

Kita


Adalah sekumpulan mahluk renta yang  menyelinap dalam kilasan wajah waktu yang dengan mudahnya  di ombang ambingkan perasaan dan logika berpikir.


Yang kerap begitu mudahnya munuding setiap kesalahan di pihak lain


Kita adalah mahluk matrealistis yang enggan mengakui keserakahan, dan memilih topeng-topeng anggun bermotif ketulusan, kelembutan dan kasih sayang


Kita adalah kumpulan daging egois yang begitu menyukai retorika keagungan, kemuliaan dan kehormatan


Kita kerap menyeruak dalam kebisingan  moral sebagai para pemahat yang mengukir beribu aturan dan etika kemanusiaan, namun begitu gemar mengadu domba demi dewa dewa modern yang kita sembah sebagai uang


Kita adalah sosok anggun yang berjalan dalam koridor kemunafikan dan sumpah serapah, dalam iringan syahdu music pujian berlafalkan kenikmatan seks


Kita tak pernah sadar bahwa kita hanyalah mahluk rapuh yang melenguh bagai hewan sekarat di tempat pembantaian


Kita,…ya…kita hanya ada dalam persinggahan, dan kelak sirna bersama debu



Pada pertengahan Pebruari yang penuh misteri

Friday, February 17, 2012

MY DAUGHTERS IS MY TEACHER


Beberapa waktu lalu, putri bungsu gue yang belom 5 taon-Cornelia Sarah Berlian Sakura- nanya dengan mimik serius:

Apa tu sombong ...?”

Mampus gue.  Mau njelasin gimana sama anak belom 5 taon.  Pake kalimat paling sederhana-pun, gue yakin dia gak ngarti.  Sempet kepikir untuk ngasih contoh, misalnya.

Kalo Ade ngasih tunjuk ke temen-temen kalo Ade punya kalung baru, sepatu baru, dll.  Itu namanya sombong”

Tapi langsung gue cancel niat tersebut.  Kenapa…? Lah wong dia ngomong yang sebenarnya koq.  Kan dia ngga bohong waktu nunjukin ke temennya kalo dia punya kalung ato sepatu baru.  Dan lagi, kan itu emang sifat anak-anak pada umumnya.  Gue malah kuatir ‘larangan-larangan’ tersebut bakal menghambat kreatifitasnya.  Trus gue mikir alternative lain (sial, disini gue malah ngerasa very o’on dech…hehehe…)

Gue coba contoh yang sederhana

Kalo Ade punya sesuatu yang baru, trus mau tunjukin ke temen-temen, boleh-boleh aja, tapi ngga usah bilang kamu ngga punya toh.., soalnya kamu miskin

Langsung gue batalin juga niat tersebut.  Batal…tal…tal. Fuiihh, bingung juga ngadepin anak kecil.
Akhirnya di tengah ke-nelangsaan, gue bilang:

Kalo ada orang manggil Ade, tapi Ade cuekin,..itu namanya Ade sombong…” Gue narik napas lega

OMG,…gue ngeliat bibir kakaknya-Edelweis-berubah monyong.  Rupanya doski tersinggung.  Soalnya, ada beberapa kejadian yang kalo dikaitkan dengan statement tersebut, justru melegitimasi kalo doski sombong.  Coz’ doski suka males ngerespon teguran, ato sapaan temen-temennya.

Waktu  gue amati baek-baek, ternyata DNA gue kental banget nurun ke karakter Edelweis.  Dia sering ‘berantem’ ama gue lantaran nolak main sama temen-temennya yang berkunjung, ato nyamperin doski buat maen bareng.  Alasannya enteng banget: “MALES…!!”

Gue mau bilang apa…? Lah wong dia nolak maen bareng si-A, B, ato C koq.  Kan hak dia. Privacy dia.  

Masa gue dady-nya mau njaga perasaan temen-temennya, tapi ‘ngorbanin’ perasaan anak gue sendiri.  

Untung waktu nolak dan berontak doski ngga pernah teriak:

Papa ini papa Edelweis, ato papa mereka sich..? koq malah maksa aku, dan mbelain mereka…? “

Jujur, gue sering ngalamin apa yang Edelweis alamin. Cuman gue lebih doyan ngorbanin perasaan gue sendiri.  Demi apa yang orang dewasa celotehkan: Etika dan Kepatutan.

Kan kita orang dewasa slalu mengedepankan Etika dan kepatutan, yang justru lebih sering amburadul dan acakadut.  Ngga mbales sms, e-mail, ato ngangkat telephon dianggap ngga etis and sombong. 

Tapi nyebarin foto bugil and ciuman sama bini ato laki orang ke internet bangganya auzbilah

Di kalangan temen-temen gue, mungkin udah banyak yang nganggap gue sombong.  Why…? Lantaran gue ngga mbales sms, ogah ngangkat telephon, lama banget mbales e-mail,..dll….

Masa sich gue mau bilang:  

Sory ya, gue lagi males ngobrol ama loe…”

Kalaupun faktanya emank gitu, kan haram hukumnya men-setting otak kita-para kaum dewasa-dengan kejujuran dan keterbukaan.

Kita cenderung lebih nyaman bilang ‘belom sempet ke ATM’ daripada ngaku terang-terangan lagi bokek, ato ngga punya duit.

Kita lebih seneng milih bahasa ‘ngga punya banyak waktu buat olah raga’ ketimbang ‘iya nich, susah banget nahan keinginan leher’.   Kalo di bilang gendut.

Di otak gue yang norak,….saat gue ngga mbales sms, ngangkat telephon, atau mbales e-mail bukan berarti gue sebel, ato benci sama yang bersangkutan.  Suer,….by the moon and the star in the sky,…

Tapi kan banyak banget factor yang…….gemana ghetoo..buat di jelasin ke semua orang.

Tapi kadang gue sadar sich,…emank gitu kale public figure…..(wkwkwkwkw…ngarep…dodol)

Fuiihhh,..pengeeeeeeeen banget belajar lebih jujur and terbuka.  Tapi koq susah banget ya..?

Edelweis,….ajarin papa donk…ngana lebih sakti dari papa soal begetoannnn….


Para pembaca iseng,..Mari,...Jangan bosan untuk suarakan: "Hentikan Kekerasan dan Perang di Indonesia, hingga ke Ujung Bumi..."

Tuesday, February 7, 2012

BRUCE WILLIS, ANJASMARA, GUE DAN WANITA


Hehehe,..kalo mau senyum  lantaran mbaca judulnya,  ya senyum aja, gak usah malu.  Emang sich, pembandingnya kejauhan.  Tapi baca dulu dech,…

Sebenarnya sich ada beberapa  pria mapan yang karakternya gue kagumin.  Tapi kalo pilihan gue kali ini jatuh ke Bruce Willis sama Anjasmara, cuma lantaran sosok mereka yang mondar-mandir di benak gue, seolah minta gue ditulis.

Bruce Willis

Orang yang ngaku doyan nonton film action, pasti kenal sama pemeran John McClane di ‘Die Hard’ 1-4.  Sosok polisi Bengal yang memegang teguh prinsip pelindung masyarakat, tanpa neko-neko.

Jujur  aja, gue terobesesi banget sama karakternya yang urakan, tapi smart.  Menghormati kebaikan hati orang tanpa pandang bulu dan kepangkatan.  Malah, temen karibnya  saat memberantas kejahatan, ‘Cuma’ polisi negro  berpangkat rendah  yang doyan makan donat, serta sopir ceking yang juga negro.  Karena faktanya, para orang huibat dan terhormat justru digambarkan lebih sering nyebelin dan  mempersulit karena sikap pandang entengnya (walau ngga semua begitu di kehidupan nyata)

Tapi yang paling asyik dan menginspirasi adalah cara John mencintai Molly, istrinya.  Sayangnya, Molly sulit menerima cara John mencintainya.

Mungkin,…(skali lagi mungkin), John McClane termasuk tipe pria (kayaq gue, hehehe…) yang alergi sama suasana temaram romantis yang cuma disinarin 2 batang lilin, plus mawar merah di atas meja dan alunan music syahdu, sambil saling melotot dan remas-remasan jari (iiihh,…ogah banget).  Mungkin juga si-John termasuk golongan pria yang males basa-basi buat muji warna lipstick, kutex dan panjang bulu mata istrinya.
Tapi John McClane ikhlas semua badanya dipotong-potong penjahat demi ngelindungin wanita yang dicintainya.

Sayangnya, di kehidupan nyata nasib si-John mirip kisahnya di film.  Doski ditinggalin si-cantik Demi Moore yang lebih tertarik sama ketampanan dan manjanya Ashton Kutcher yang emang lebih muda dan sekuat kuda Australi (Tapi kacian Demi Moore,..akhirnya pisah juga ama Ashton)








Anjasmara

Mungkin susah nyari perempuan yang ngga terpesona sama laki-laki ini.  Udah kaya, guanteng, bodynya proporsional, and terkesan gak banyak ngomong, alias cool.  Bini gue aja pasti nyempet-nyempetin nengok kalo ada pemberitaan soal Anjas. Uh, bener-bener bikin iri banyak perempuan tuh si-Dian Nitami.

Gak cukup sampe situ.  Ternyata, walau di kerumunin wanita cantik and sexi yang siap nerkam kalo-kalo aja Dian udah bosan, tetep gak bikin Anjas pindah ke lain hati.  Sekali Dian tetap Dian.  Karena di banyak media cetak, Anjas gak pernah berenti muji istrinya semata wayang. Luar biasa. Salah satu pria langka.

Trus, apa korelasinya antara Bruce Willis, Anjas ama gue…? Hehehe,..mungkin gak ada.  Loh koq..?

Tapi gini, dari banyaknya perbedaan antara kita bertiga (ceilee,..segitunya), setidaknya ada 3 hal yang gue yakin banget kalo kita punya persamaan. Pertama, kita sama-sama laki-laki (wkwkwk...)  Kedua, kita sama-sama menikahi wanita.  Ketiga, tujuan akhir yang kita ber-tiga harapkan dari semua proses perjalanan hidup pasti KEBAHAGIAAN.

Nah, untuk persamaan pertama dan kedua, itu mah cuma guyonan gue (hehehe..lagi). Tapi kalo soal kebahagiaan, gue yakin Bruce Willis sama Anjas pasti pengen bahagia.

Gue gak  ngaku-ngaku kalo gue lebih bahagia dari Bruce ato Anjas, cuma lantaran gue ngga sekaya mereka.  Bohong  gue kalo gak kepengen sekaya mereka.  Krn, sapa tau kualitas kebahagiaan bisa meningkat kalo punya kekayaan seperti mereka.

What ever,...gue bersyukur karena termasuk 1 dari banyak laki-laki di dunia yang bahagia. Bahagia dengan semua yang gue miliki, dan belum gue miliki.

Dunia kaum pria kerap digambarkan sebagai dunia yang kompleks dan penuh warna.  Malah cenderung egois.  Gimana engga, kalo pria selingkuh, dan ‘main’ perempuan di mana-mana, dunia masih bisa tertawa. Tapi sekali wanita berbuat ‘dosa’ dunia akan menangis.  Pokoknya wanita gak boleh macem-macem.  Laki boleh.

Lepas dari pandangan kalo dunia udah berubah, nyatanya ‘pemisahan’ gender tetap aja berlangsung.  Gak perduli sebuah Negara udah secanggih Amerika, ato seterbelakang Mosambique.  Faktanya, kaum pria masih ‘menempati’ posisi ‘dewa’ di galaksi bima sakti ini.

Mungkin,……kaum pria emang slalu akan begitu.  Berkuasa dan ‘sok perkasa’ karena pengaruh proses penciptaan. Maksudnya,….? Ya itu,….karena wanita tercipta dari tulang rusuk pria.

Padahal,...mene tehen laki-laki kalo gak ada perempuan…?? Namanya juga tulang rusuknya...hehehe...

Sunday, January 29, 2012

SURAT TERAKHIR DARI AYAH……. (KEPADA 3 HANTU)


Anak-anakku tercinta.  Ayah tidak tahu apa arti surat ini bagi kalian, tapi dari balik jeruji besi ini, ayah ingin memberikan sesuatu.  Anggaplah sebagai kenang-kenangan terakhir dari seorang pria yang pernah kalian sebut dengan ayah.

Ayah tidak pernah tahu di mana kalian berada, atau telah jadi apa kalian saat ini.  Tapi untuk yang terakhir kalinya ayah memohon kepada Tuhan, kiranya tulisan ini sampai ke tangan kalian.

Ayah sadar kalau ayah tidak pantas menerima maaf dari siapapun atas apa yang telah ayah lakukan.  Termasuk dari kalian.  Tapi di sisa hidup ayah, menjelang hukuman mati ini di laksanakan, ayah telah bersujud dengan kesungguhan hati, memohon pengampunan dari Tuhan.  Dan anehnya, hati ayah merasa sungguh terbebas.  Bahkan dalam penjara isolasi yang terasing ini.  Terkurung dalam kegelapan dan kesendirian.

Ayah sungguh merasa terbebas dan damai, dibanding saat berkeliaran sebagai buronan paling di cari polisi internasional.

Anak-anaku, ayah telah sangat lama kehilangan kebanggaan sebagai pria berpredikat ayah.  Tapi sungguh, ayah pernah memiliki kebanggan itu.  Kebanggaan saat ayah dengan gaji yang masih sedikit- tapi halal-bisa membelikan kalian mainan dan makanan, hingga kalian tertidur pulas karena kenyang dan kelelahan.  Tahukah kalian, ayah masih menyimpan kenangan indah itu.  Kenangan saat ayah melihat kalian dan mama kalian tertidur pulas bagai malaikat.

Ayah juga tidak lupa saat ayah memukul si-sulung dengan ikat pinggang hingga memar.  Bukan,..bukan karena ayah benci, tapi justru karena cinta ayah.  Karena ayah takut terjadi apa-apa dengan  si-sulung yang bermain di sungai yang dalam dan deras, sedangkan ayah tahu persis kalau si-sulung tidak bisa berenang sama sekali.

Ayah juga pernah memukuli si-tengah dengan kayu hingga ia menjerit-jerit ketakutan karena kaki kirinya bengkak.  Itupun bukan karena ayah benci.  Justru karena ayah kuatir si-tengah celaka karena bermain dengan orang dewasa yang mencari ikan dengan aliran listrik bertegangan tinggi.

Begitu juga dengan si-bungsu yang ayah cubit hingga pahanya biru lebam.  Juga bukan karena benci. Tapi ayah tidak ingin si-bungsu celaka karena bermain korek api dan satu jerigen penuh bensin di tumpukan kayu kering secara sembunyi-sembunyi.

Tanpa pernah kalian tahu, ayah selalu menaikan permohonan aneh kepada Tuhan saat kalian sakit.  Ayah memohon kiranya semua penyakit kalian di pindahkan ke tubuh ayah.  Biarlah ayah yang sakit, jangan kalian.  Karena ayah tak sanggup melihat kalian menderita.

Anak-anaku, secara spiritual ayah memang sudah dibebaskan.  Ayah sudah bertobat.  Tapi ayah tak mungkin menghindar dari penghukuman, karena semua kejahatan yang telah ayah lakukan.  Ayah sadar sepenuhnya kalau ayah tak mungkin menghapuskan begitu saja semua kepedihan, rasa duka, kesakitan dan penderitaan yang banyak orang alami karena kejahatan ayah.

Sejujurnya, ayah ingin menemui semua pihak yang telah menderita karena ayah, dan rela menerima perlakuan apapun yang akan mereka lakukan, tapi ayah tahu itu tidak mungkin, karena ayah telah berada dalam hukuman Negara.

Saat ini ayah baru sungguh memahami makna kata-kata: “Apa yang kau tabur akan kau tuai”

Anak-anaku, di usia ke-75 ini ayah telah melewati berbagai pahit getir, onak dan duri kehidupan .  Ayah paham betul arti jahat, sama pahamnya dengan makna kebaikan.  Tapi sayangnya, ayah tak dapat menebus semua kejahatan ayah, dan menggantinya dengan kebaikan.  Ayah sudah terlambat. 

Dan untuk alasan inilah ayah mencoba meninggalkan sesuatu yang ayah harap ada faedahnya buat kalian, anak-anak ayah,  dalam menapaki kehidupan.

Anak-anakku, dalam perjalanan hidup ini, ayah telah berjumpa dan bergul dengan begitu banyak orang, dengan beragam karakter.  Banyak yang baik, tapi tidak sdikit yang jahat (seperti ayah).  Banyak pembohong, tapi juga banyak yang jujur.  Ada yang tulus, tapi gak sedikit yang bermuka dua.  Ada yang sombong, tapi banyak yang rendah hati.

Banyak orang yang doyan mengumbar janji tapi gak pernah menepati, tapi gak sedikit yang suka bikin kejutan, tanpa janji-janji.  Banyak orang suka mengeluh, tapi tetap melaksanakan apa yang dikeluhkannya dengan baik, tapi ngga sedikit yang ngga pernah kedengaran keluhannya, tapi ngga pernah menyelesaikan tanggung jawabnya.  Banyak orang pintar sekali bicara, tapi cuma tong kosong berbunyi nyaring, tapi ngga sedikit yang ‘bodoh’ bicara dan selalu berbuat.

Dan berkaitan dengan karakter unik yang beragam itu, ada point penting yang perlu kalian tanamkan dalam hati:

“Berpikir positiflah pada semua orang,  tapi lihatlah buahnya.  Lihat apa yang diperbuatnya. Bukan apa yang dikatakannya…”

Kalian akan menemui banyak wajah polos tanpa dosa yang ternyata pembunuh keji, penghianat, penipu ulung, atau musuh dalam selimut.  Sebaliknya, tidak sedikit  seorang bertampang  garang yang berhati malaikat.  Karena dari buahnya-lah kalian akan tahu.

Ayah yakin kalau kalian tahu bahwa hidup ini adalah pilihan.  Ingatlah pesan ayah: “Berjalanlah selalu dalam kebenaran.  Pilihlah selalu yang benar..”

Karena pada prinsipnya, tidak semua yang baik itu benar.  Tapi yang benar pasti baik.

Dunia akan selalu berubah, tapi Kasih dan Kebenaran akan tinggal tetap.  Tak lekang di makan waktu.

Anak-anakku tercinta, tidak ada hal yang lebih menyakitkan bagi ayah selain menerima kenyataan kalau ayah telah mentelentarkan hidup kalian.  Membiarkan kalian  hidup tanpa arahan pada kebenaran yang diberkati. Tapi ayah berdoa dan berharap kalian baik-baik saja, hingga membaca surat terakhir ayah ini.

Anak-anaku, surat ini ayah tulis 3 hari menjelang hukuman tembak.  Tapi ayah sudah bicara dengan sipir penjara, untuk menyampaikan surat ini kepada kalian, bagaimanapun caranya.

Dari ayah yang sangat mencintai kalian

Selesai

###########################################################

Tanpa pernah disadari sang ayah, di tempat yang sama, di penjara isolasi tempatnya menulis surat terakhir, 3 sosok hantu baru selesai membaca surat tersebut.  Ke-3 hantu tersebut hanya bisa menitikan air mata.

Hantu pertama adalah si-sulung.  Tewas pada usia 38 tahun akibat berondongan senjata agen DEA di perbatasan Puerto Rico dan Mexico, saat kontak bersenjata ketika hendak menyelundupkan Narkotik sebanyak 12 ton dengan container yang di bungkus jerami.

Hantu kedua adalah si-tengah.  Tewas pada usia 33 tahun, akibat peluru sniper polisi Hongkong saat merampok sebuah bank, dan tengah menyandera 25 nasabah dan staff bank. 12 orang tewas dibantai si-sulung. 5 diantaranya adalah anak-anak.

Hantu ketiga adalah si-bungsu.  Tewas saat memasuki usianya yang ke-27, akibat overdosis Heroin.  Yang bersangkutan adalah buron polisi karena di duga membunuh seorang polisi, Pendeta dan tokoh Partai politik (atas bayaran saingannya sebesar Rp. 30 juta)

Anak-anak kerap lupa rangkaian kata dan nasehat orang tua,  tapi  merekam dengan baik dalam memorinya,  banyak hal yang diperbuat orang tuanya.

Apa artinya sejuta kata indah dan tulisan inspiratif tanpa TELADAN HIDUP

Apa artinya kau memiliki seluruh dunia, jika kau tak punya KASIH

Kepada semua orang tua yang mengasihi anak-anaknya. Ingatlah, kalau dunia bermula dari rumah.

Tuesday, January 24, 2012

FROM BITUNG TO KOTAMOBAGU WITH UETA


Apaan sich hoby..? Gue terjemahin ala gue aja yee.  Hoby adalah aktifitas yang ‘normal’ bagi pemilik, tapi ‘abnormal’ bagi pihak lain, yang dilakukan secara rutin, dengan/atau tanpa pertimbangan ekonomi.
Terima aja ya,..gak usah protes sama definisinya. 

Apa loncat ke jurang puluhan meter cuma dengan ngiket pergelangan kaki merupakan aktifitas normal buat orang yang ngga hobi…?

Apakah para mancingkers merupakan kumpulan orang oon’ yang bego ngitung selisih antara beli ikan di pasar sama ongkos operasi mancing yang mungkin mencapai puluhan juta…? Hehehe….harga sebiji alat pancingnya aja sampe jutaan.  Belom sewa kapal. Mo ngomong perhitungan ekonomi…?

Apa sich yang diperoleh setelah hoby terlaksana..?  Yah, emang banyak hoby yang memberi nilai tambah, tapi ngga sedikit yang mengeluarkan budget tambahan.  Tapi pastinya ada kepuasan pribadi yang buat orang lain ngga ngaruh sama sekali.

Gue misalnya, bangga banget bisa nidurin 98% puncak gunung di Sulut (kecuali Awu dan Karangetan).  Tapi kan kebanggaan gue gak punya arti apa-apa buat orang yang ngga doyan mendaki gunung.

“Cuma buang energy percuma.  Naek, terus turun lagi.” Gitu seloroh mereka

Nah berkaitan dengan hoby tadi, pada tanggal 21 – 22 january 2012, gue ama temen-temen pabrik ngelakonin hoby tualang pake motor, yang bertajuk:

“From Bitung To Kotamobagu With Ueta”

Oh ya, ini daftar temen-temen gue yang ikut serta: jangkrik, boto-boto, kakerlak, rie-rie,…upss,..sory..sory.  Salah.  Hehehe,..soalnya gue baru nonton saluran TV Manado, jadi terpengaruh di tulisan (aduh, males mau ngapus….).  Nidia nama-nama yang sebenarnya: Kazumichi Ueta, Yudri Mangkey, Tomi Paulus, Fernando Kilapong, Bobi, Dani Palilingan, Jani Poluan, Apeles Lasut, Jun Wori, Santria Posumah, Rival Waroh, Meike Janis, Nita Darome, Hamdan Mamonto, Jefri Malombeke, Novi Tulandi and gue.

Btw, kenapa judulnya “……..With a Ueta..?”

Gue jelasin dikit.  Kazumichi Ueta merupakan perwakilan owner Jepang yang ditempatkan di PT. Celebes Mina Pratama, guna bekerja sama (sekaligus mengawasi)pekerja-pekerja Indonesia-termasuk gue-dalam mengolah dan mensuplai produk ikan kayu ke Perusahaan induk di Marukhei Kathuobushi, Jepang.

Orangnya flexible, murah hati and low profile.  Tapi kalo soal kerjaan, yah, tau sendirilah style-nya Jepang.  Nguber and perfect.

Sebenarnya perusahaan tempat kita kerja aman-aman aja, hingga awal Januari 2012.  Terjadi  ketidak sepahaman antara CMP 01 dan 02, yang dalam hal ini adalah sesama pemegang saham.  Presiden Direktur dan Vice President.

Ibarat pepatah, Kingkong Vs Godzilla, yang berpotensi  jadi korban adalah para mahluk imut dan menggemaskan seperti kita-kita ini, para karyawan.

Lantaran kita harus memposisikan diri di pihak netral, ngga ke President, tapi ngga juga ke Vice-nya, ketika situasi mengarah jadi lebih hangat (sehangat pantat ayam…), maka beberapa dari kita yang tergolong beken (bekas kenek..)mutusin untuk ngelepas suntuk dengan melakukan Tour ke-3, ke Kotamobagu.  N’ lantaran Ueta juga pengen ikut, maka judul Tournya kita bikin seperti yang tertulis di atas, gitcu.



Rute

Bitung – Tenggari – Tondano – Remboken – Langowan – Ratahan – Belang – Basaan – Ratatotok – Kotabunan – Modayag – Kotamobagu – Amurang – Malalayang – Bitung.

Perkiraan jarak : 400 km

Kendaraan: 12 motor, 1 mobil dan 1 bendi (yang ini terpaksa batal karena kudanya minta gentian naek motor…hehe)

Kronologis

Kami berangkat dari Bitung tgl 21 jan 2012, pkl 14.15 Wita. Gerimis kecil cukup bikin deg-degan saat siap berangkat.  Gimana ngga, masa blom apa-apa udah harus basah.  Tapi syukur cuma syok terapi.  Gerimis berhenti waktu perjalanan masuk Sagrat. 

Waktu siap, 1 peserta terpaksa mundur karena satu dan lain hal.

Selepas Ratahan, ada insiden kecil yang melukai  kaki salah satu bikers, yakni Janni Poluan.  Doski nyungsep sama motornya setelah ban depannya masuk lubang yang cukup dalam. Sambil becanda, beberapa temen ngoceh,

“Yang bener aje om, masa lobang jalanan di sikat juga sich, udah bosen ama lobang yang biasa….?? hehehe…”

Becanda coy..!

Sampe di Ratatotok pkl 17.45 Wita.  Kami istirahat di Rumah Adat Minahasa milik adik kandung Bpk Ody Worang di Ratatotok.  Makan, ngopi, sedikit minkers, tidur.  Ada beberapa yang susah tidur lantaran pengen nyari kesempatan ngambil gambar mahluk-mahluk imut yang udah ngorok dan mengeluarkan cairan bau dari mulut hingga membentuk gugusan pulau seperti Lembe dan Pulau Kalimantan. (iler,..dodol..!!)
Malah ada salah satu anggota yang lantaran udah sedikit mabok, ngelindur sambil ngeluarin jurus-jurus kung-fu ala Wong Fei Hung.  Hiaaaat….coba ona ini tendangan tanpa bayangan reen…!! (Hehe…kiapa so bahasa Amurang…)

Tgl 22 Jan 2012, pukul 05.00 Wita kita ngelanjutin perjalanan, setelah sarapan supermi rasa Sogili Bawang (hehe..cari jo..).  Kita nembus kepekatan malam nan dingin sambil menyimpan dendam tidur yang kurang lengkap (soalnya waktu tidur, mata sebelah ketutup, sebelahnya kebuka…)

Pukul 08.15 Wita kita masuk gerbang yang bertuliskan “Selamat Datang Di Kotamobagu”

Pukul 09.30 kita ngopi and ngeteh di RM Bobara, lalu ngelanjutin perjalanan ke rumah orang tua salah satu peserta, Hamdan Mamonto.  Makan jagung rebus and nenggak coffee mix plus susu kental manis.  Sambelnya man,..extra pedas.  Kenyang, salaman, say thanx, and go to Manado.

Pukul 15.00 Wita kita tembus Kalasey.  Trus makan di RM Tegal. Ada yang sedikit konyol waktu mesen menu minuman.  Hehehe,…ada yang pesen juice nasi loh coy.  Bisa ngebayangin gak tuh gimana rasanya..? huahaha,..bilang aja pesen bubur.  Dodol….!!

Sambil nyeruput es kacang brenebon, gue muter lagunya Pasto feat Milka,

Kutatap dua bola matamu, tersirat apa yang terjadi,…
Oh sayangku, aku tak mau,..
Ku tau semua akan berakhir,…tapi kutak rela lepaskanmu….

Reff…….salahkah bila diriku, terlalu mencintaimu,..
Jangan tanyakan mengapa, akupun tak tahu,…

Selesai.

Trus,…apa hikmah dari perjalanan singkat tersebut…? Puas and cape.  Gitu doang,..pake hikmah-hikmah segala.  Emang Kultum…

Sampe ketemu di Tour selanjutnya. Gorontaloooooo,……wait for us…!!!

Tuesday, January 17, 2012

BUBU, ALAT TANGKAP IKAN TRADISIONAL


Dari sekian banyak alat tangkap ikan yang masih dipakai, mungkin bubu yang termasuk peninggalan zaman batu (pokoknya batu deh, mau batu bata, ato batu kali, terserah)

Selain sederhana, bubu juga ngga butuh tekhnologi  tingkat tinggi dalam pembuatan, dan pengoperasiannya.  Karena bubu bisa di buat cuma dengan potongan bambu kering, tanpa harus di blender ato dimixer lebih dulu.

Singkatnya, waktu bubu selesai dibikin, bisa langsung di letakan di dasar perairan yang cukup dalam (tapi mudah di jangkau), dan diikat dengan pemberat supaya ngga keseret  arus sampe jauh.  Di dalam bubu ada yang meletakan umpan untuk menarik calon tangkapan, tapi ada juga yang ngga.

Setelah beberapa lama, biasanya ada ikan ukuran sedang yang iseng nyelonong ke dalam bubu, dan gak bisa keluar lagi.  Nah, keberadaan ikan tersebut akan menarik perhatian ikan yang lebih besar untuk memakannya.  Ironisnya, ikan gede yang oon ini justru gak bisa keluar setelah pesta makannya usai, sampe si-pemilik bubu menjualnya ke pasar untuk  ikan bakar rica.

Kisah di atas seringkali gak beda sama hidup kita.  Banyak orang yang sebenarnya udah nyaman dengan berbagai capaian dalam kehidupannya, tapi karena doyan bertualang, akhirnya justru masuk perangkap, dan gak bisa keluar seumur hidupnya.  Entah terperangkap oleh Narkoba, perselingkuhan, judi, ato lingkaran setan korupsi.

Sering gue dapatin dalam kehidupan rumah tangga keluarga and temen-temen gue, yang waktu hidupnya memprihatinkan, menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari godaan selingkuh ato judi.  Tapi ketika perekonomian merangkak naik dan membaik, eh mulai  iseng nyobain Narkoba, paha-paha mulus, om-om manis yang keren, perlente dan nggemesin.  Akhirnya, salah satu ‘bubu’ sukses mengurungnya hingga gak bisa keluar lagi.

Kalo di jaman modern, jejaring social kayaq Facebook and Twitter juga sering jadi ‘bubu’ sakti yang gak perlu umpan sama sekali, tapi terbukti sukses mendapat tangkapan besar.

Gak sedikit rumah tangga bahagia yang jungkir balik lantaran salah satu pasangannya masuk ‘bubu’ brondong manis, ato paha mulus menggiurkan.  Padahal anak udah gede-gede, and yang bersangkutan sendiri udah pantes di panggil opa ato oma.

Walau cerai aja udah menyedihkan, faktanya gak sedikit kisah manis perjalanan cinta sebuah rumah tangga harus diakhiri dengan pembantaian tak berprikemanusiaan salah satu pasangan.  Liat aja Polisi di Batam yang tega motong-motong istrinya, trus memasukan mayatnya ke kopor, dan membuangnya ke jurang.  Padahal, kekuatan cinta yang mereka miliki udah terbukti sukses membawa kehidupan ekonomi mereka ke jenjang ‘manusia bermartabat’.  Cuma lantaran si-suami yang Polisi hebat, masuk ‘bubu’ wanita lain.

Setali tiga uang sama kasus Polisi (juga) di Bitung yang membantai anaknya yang baru 3 taon dan istrinya sekaligus.  Emang sich bukan dia yang mbunuh pake tangannya sendiri.  Dan lagi-lagi, lantaran suaminya masuk ‘bubu’ wanita lain.

Gue pernah inget sama kata-kata orang bijak yang bilang, ‘kalo ada godaan, hindari.  Tapi kalo ada tantangan, hadapi’
Cuma yang sering jadi persoalan, banyak orang yang matanya rabun sampe gak bisa mbedain mana ‘godaan’ atau ‘tantangan’

Yang gak kalah konyol, gak sedikit korban yang udah terperangkap di dalam bubu, begitu lihainya mengemukakan berjuta opini untuk membenarkan ketololannya.  Bukannya introspeksi dan menghentikan perbuatannya, eh malah berusaha cari ketombe item,..upss..maksudnya kambing item. 

Hehehe,…udah ah, ntar gue dikirain Rohaniawan yang sok suci lagi. Hehehe,…bukan begitu, gue cuma prihatin aja sama begiu banyak kekerasan yang ternyata di picu oleh hasrat liar manusia yang membiarkan dirinya terperangkap di ‘bubu’.  Padahal, kan gak ada di antara kita yang mau disamain sama ikan. Hehehe….(kecuali pict gw di FB)

Saran gue sich simple utk ngatasin supaya gak terperangkap di ‘bubu’ kehidupan.  1)Bersyukur dengan semua yang udah kita miliki,  2)Pengendalian diri  3)Senantiasa dekat sama apa yang kita sebut dengan Tuhan.

STOP KEKERASAN DAN PERANG...!!!

Wednesday, January 4, 2012

ISI = PANJANG X LEBAR X TINGGI


Sangihe, Tahuna. 01 Januari 2012

(ih judul apaan sich tuh...)

Gue ngga tau berapa umur anda waktu mbaca tulisan ini.  Tapi pernah ngga anda tanya ke diri sendiri, untuk apa anda hidup…?  Hehe,..udah bosen ya sama pertanyaan norak begini.  Ato anda termasuk orang yang kesel sama hal-hal teoritis and berbau sentimental…yach,..what ever-lah.  Tapi coba dech anda jawab pertanyaan tersebut.

Gue yakin kalo pertanyaan tersebut disodorin ke pembunuh berantai asal Amerika Serikat (sayangnya gue lupa namanya…) yang udah membantai 37 nyawa anak-anak, dan menanamnya di kolong rumahnya, dia ngga bakal menulis untuk jadi pembunuh sadis.  Kenapa gue yakin..?  Ya, karena gue percaya kalo di lubuk hati yang paling dalam dan paling suci tiap insan, slalu ada hal-hal mulia yang ingin dilakukannya.

Gue yakin kalo Sang Pencipta Yang Maha Suci dan Agung, gak bakalan menciptakan manusia berhati jahat.  Gue yakin kalo semua ciptaanNya pasti sempurna. Karena Dia sendiri sempurna.

Kalo faktanya ada manusia sekejam Jenghiz Khan, Hitler, ato Pol Pot yang semuanya udah membinasakan sekitar 50 juta jiwa, bukan berarti mereka disetting jadi pembunuh sejak lahir, melainkan karena rangkaian panjang hidupnya yang membuat mereka berespons salah.

Coba dech pelihara Srigala ato Harimau sejak bayi. Berikan makan dan kasih sayang dengan baik.  Bukan tidak mungkin Harimau dan Srigala tersebut menjadi lebih lembut ketimbang Merpati.  Tapi coba rubah perlakuan anda.  Kasih makan asal aja, trus gebukin tiap hari.  Hehehe,…jangan-jangan anda di bikin ‘steak manusia’

‘Tiap mahluk berespons atas apa yang diterimanya’…….Begitu menurut penelitian para ahli.
Tapi Yang Maha Suci Tuhan memberikan kehendak bebas kepada tiap insan untuk memilih ‘respons’ atas segala hal yang di terimanya.

Trus, apa kaitannya dengan pertanyaan ‘Untuk apa kita Hidup…?’  Ok,sederhanya gini, entah kita sadarin ato ngga, tindakan yang kita jalanin dalam hidup keseharian kita, akan menunjukan respon apa yang sebenarnya udah kita pilih.  Apakah kita berespons sebagai orang yang  “Semuanya harus demi gue” ato “Hidup gue juga harus memperhatikan hidup orang lain”

Ok, gue ngga terlalu tertarik membahas yang “Semuanya harus demi gue”….Kenapa..? Silahkan  renungkan sendiri deh.

Idealnya, kita emang harus hidup bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain.  Karena kita emang gak mungkin hidup tanpa orang lain koq.  Lah wong Tuhan aja menciptakan Hawa supaya Adam gak sendirian.  Nah, karena ketidakmampuan kita hidup sendiri itulah membuat kita juga dibutuhkan orang lain. 

Siapa sich orang lain itu..? Orang Africa..? Mexico..? Ato Suku Dani di pedalaman Papua..? Bisa ya, bisa tidak.  Karena orang lain itu bisa aja anak-anak kita, suami/istri, orang tua, kakak/adik, sepupu, ato tetangga-tetangga terdekat kita.  Orang-orang yang cuma sejauh jangkauan tangan kita.

Jujur, gue sering terharu plus iri sama perjuangan seseorang ato sekelompok orang yang penuh dedikasi dan pengorbanan tanpa pamrih menolong kaum lemah yang butuh pendidikan, pengobatan, ato peningkatan taraf hidup.

Tapi di tengah keterbatasan gue, akhirnya gue harus ‘berdamai’ dengan diri gue sendiri, hingga gue mendapati sebuah ‘aha’…sebuah pemikiran dari sebait kata-katanya Kahlil Gibran:

“Kalau anda gak bisa jadi jalan besar, jadilah jalan setapak yang mengantar orang ke mata air”

Kita ngga harus jadi kayaq Warren Buffet yang menghibahkan puluhan Milyard kekayaannya untuk yayasan social yang menolong orang-orang kurang mampu, ato para pejuang kemanusiaan yang begitu menginspirasi kehidupan.  Karena buat gue, dengan tidak merampas hak-hak orang miskin dan anak Yatim Piatu juga sudah merupakan sebuah tindakan yang berarti untuk hidup orang lain.

Putri bungsu gue yang baru 4 taon, Berlian, seringkali ndesak mamanya untuk mbeli apa aja, entah daun singkong, ubi, pisang goreng, dll, yang di jual anak-anak kurang mampu yang lewat depan rumah.  Bukan lantaran dia tertarik sama dagangannya (emangnya tau apa dia soal daun singkong...), tapi perasaan ibanya pada si-penjual.  Karena cuma kata ‘kasihan’ yang keluar dari bibir mungilnya yang cerewet waktu ndesak mamanya.  

Walau kadang uang di rumah udah pas-pasan, tapi gue ama istri gak mau ngecewain si-bungsu.  Kita gak mau memadamkan benih-benih keperdulian yang bersemi di hatinya.  Sebaliknya, kami berharap dan terus memupuk benih tersebut agar berbuah bagi kehidupan orang banyak kelak.

Akhirnya, taon 2012 udah kita jalanin. Dan ini tulisan gue yang pertama tahun ini.  Gue yakin isu sentral masih tentang (dan selalu) kehidupan manusia dan masa depannya.  Loh,…kan akhir dari semua isyu di bumi adalah tentang kehidupan manusia.  Emang pemanasan global masih ada artinya kalo semua manusia udah gak ada lagi…? Apa pentingnya topik Keruntuhan Ekonomi Eropa kalo bumi tinggal berisi kutu, kelelawar ato kecoa ngesot..?

Nah, berarti kita gak akan lari jauh dari persoalan “Kita Hidup Untuk Orang Lain Juga”

Di bagian terakhir sekali, gue inget sama rumus Matematika untuk mencari Isi Persegi Panjang:  Panjang x Lebar x Tinggi

Mungkin sinkron juga ya sama kehidupan.  Bahwa hidup bukan soal berapa Panjang kita hidup, tapi juga seberapa Dalam (tinggi) dan Lebar kita mengisi kehidupan itu sendiri.

Sinkron juga sama kata-kata ahli kehidupan, yang Beliau sampaikan saat Lokakarya di sebuah bukit:
“Berbahagialah orang yang murah hati….”

Jangan lelah untuk kampanyekan: Hentikan Perang dan kekerasan di Indonesia, hingga ujung bumi

hey,....Happy New Year...May 2012 would be better......