Hehehe,..kalo mau senyum lantaran mbaca judulnya, ya senyum aja, gak usah malu. Emang sich, pembandingnya kejauhan. Tapi baca dulu dech,…
Sebenarnya sich ada beberapa pria mapan yang karakternya gue kagumin. Tapi kalo pilihan gue kali ini jatuh ke Bruce
Willis sama Anjasmara, cuma lantaran sosok mereka yang mondar-mandir di benak
gue, seolah minta gue ditulis.
Bruce Willis
Orang yang ngaku doyan nonton
film action, pasti kenal sama pemeran John McClane di ‘Die Hard’ 1-4. Sosok polisi Bengal yang memegang teguh
prinsip pelindung masyarakat, tanpa neko-neko.
Jujur
aja, gue terobesesi banget sama karakternya yang urakan, tapi
smart. Menghormati kebaikan hati orang
tanpa pandang bulu dan kepangkatan.
Malah, temen karibnya saat
memberantas kejahatan, ‘Cuma’ polisi negro
berpangkat rendah yang doyan
makan donat, serta sopir ceking yang juga negro. Karena faktanya, para orang huibat dan
terhormat justru digambarkan lebih sering nyebelin dan mempersulit karena sikap pandang entengnya
(walau ngga semua begitu di kehidupan nyata)
Tapi yang paling asyik dan
menginspirasi adalah cara John mencintai Molly, istrinya. Sayangnya, Molly sulit menerima cara John
mencintainya.
Mungkin,…(skali lagi mungkin),
John McClane termasuk tipe pria (kayaq gue, hehehe…) yang alergi sama suasana
temaram romantis yang cuma disinarin 2 batang lilin, plus mawar merah di atas
meja dan alunan music syahdu, sambil saling melotot dan remas-remasan jari (iiihh,…ogah
banget). Mungkin juga si-John termasuk
golongan pria yang males basa-basi buat muji warna lipstick, kutex dan panjang
bulu mata istrinya.
Tapi John McClane ikhlas semua
badanya dipotong-potong penjahat demi ngelindungin wanita yang dicintainya.
Sayangnya, di kehidupan nyata
nasib si-John mirip kisahnya di film.
Doski ditinggalin si-cantik Demi Moore yang lebih tertarik sama
ketampanan dan manjanya Ashton Kutcher yang emang lebih muda dan sekuat kuda
Australi (Tapi kacian Demi Moore,..akhirnya pisah juga ama Ashton)
Anjasmara
Mungkin susah nyari perempuan
yang ngga terpesona sama laki-laki ini.
Udah kaya, guanteng, bodynya proporsional, and terkesan gak banyak
ngomong, alias cool. Bini gue aja pasti
nyempet-nyempetin nengok kalo ada pemberitaan soal Anjas. Uh, bener-bener bikin
iri banyak perempuan tuh si-Dian Nitami.
Gak cukup sampe situ. Ternyata, walau di kerumunin wanita cantik
and sexi yang siap nerkam kalo-kalo aja Dian udah bosan, tetep gak bikin Anjas
pindah ke lain hati. Sekali Dian tetap
Dian. Karena di banyak media cetak,
Anjas gak pernah berenti muji istrinya semata wayang. Luar biasa. Salah satu
pria langka.
Trus, apa korelasinya antara
Bruce Willis, Anjas ama gue…? Hehehe,..mungkin gak ada. Loh koq..?
Tapi gini, dari banyaknya
perbedaan antara kita bertiga (ceilee,..segitunya), setidaknya ada 3 hal yang
gue yakin banget kalo kita punya persamaan. Pertama, kita sama-sama laki-laki (wkwkwk...) Kedua,
kita sama-sama menikahi wanita. Ketiga, tujuan akhir yang kita ber-tiga
harapkan dari semua proses perjalanan hidup pasti KEBAHAGIAAN.
Nah, untuk persamaan pertama dan
kedua, itu mah cuma guyonan gue (hehehe..lagi). Tapi kalo soal kebahagiaan, gue
yakin Bruce Willis sama Anjas pasti pengen bahagia.
Gue gak ngaku-ngaku kalo gue lebih bahagia dari Bruce
ato Anjas, cuma lantaran gue ngga sekaya mereka. Bohong
gue kalo gak kepengen sekaya mereka.
Krn, sapa tau kualitas kebahagiaan bisa meningkat kalo punya kekayaan
seperti mereka.
What ever,...gue bersyukur karena termasuk 1 dari banyak laki-laki di dunia yang bahagia. Bahagia dengan semua yang gue miliki, dan belum gue miliki.
What ever,...gue bersyukur karena termasuk 1 dari banyak laki-laki di dunia yang bahagia. Bahagia dengan semua yang gue miliki, dan belum gue miliki.
Dunia kaum pria kerap digambarkan
sebagai dunia yang kompleks dan penuh warna.
Malah cenderung egois. Gimana engga,
kalo pria selingkuh, dan ‘main’ perempuan di mana-mana, dunia masih bisa
tertawa. Tapi sekali wanita berbuat ‘dosa’ dunia akan menangis. Pokoknya wanita gak boleh macem-macem. Laki boleh.
Lepas dari pandangan kalo dunia
udah berubah, nyatanya ‘pemisahan’ gender tetap aja berlangsung. Gak perduli sebuah Negara udah secanggih
Amerika, ato seterbelakang Mosambique. Faktanya,
kaum pria masih ‘menempati’ posisi ‘dewa’ di galaksi bima sakti ini.
Mungkin,……kaum pria emang slalu
akan begitu. Berkuasa dan ‘sok perkasa’
karena pengaruh proses penciptaan. Maksudnya,….? Ya itu,….karena wanita
tercipta dari tulang rusuk pria.
Padahal,...mene tehen laki-laki kalo gak ada perempuan…?? Namanya juga tulang rusuknya...hehehe...



















